SISTEM KEWARISAN ADAT BATAK DI TAPANULI SELATAN

  • Fatahuddin Aziz Siregar Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padangsidimpuan
Keywords: kewarisan adat, Batak, Tapanuli Selatan

Abstract

setiap masyarakat adat mengatur cara peralihan harta dari pewaris kepada ahli waris, sebab terkait dengan kebutuhan primer dalam memenuhi hajat hidup, bahkan berhubungan juga dengan martabat suatu keluarga dalam komunitas
adatnya. Sebagai masyarakat yang menghitung garis kekerabatan dari pihak laki-laki, maka menurut adat Batak di Tapanuli Selatan harta juga hanya diwariskaan kepada kerabat laki-laki terutama anak laki-laki yang dipandang sebagai penerus
marga dan kebanggaan keluarga. System ini menempatkan anak perempuan sebagai pihak yang kebutuhan hidupnya sepenuhnya menjadi tanggungan suaminya sehingga tidak berstatus sebagai ahli waris. Sekalipun demikian ada instrument lain yang memberi ruang bagi anak perempuan untuk turut menerima porsi bagian tertentu dari harta yang ditinggalkan oleh orang tuanya. Anak perempuan bias menerima olong ate, pemberian kasih sayang yang mengandalhan kerelaan pihak anak laki-laki untuk melepas sebagian haknya agar anak perempuan dapat tersantuni. Saat ini olong ate mendapat pemaknaan baru, jika pada awalnya berhantung kepada keinginan baik anak laki-laki yang pada umumnya justru tidak menunjukkan kepedualiannya dan sama sekali tidak menyisakan sedikitpun harta, saat ini olonh ate menjadi suatu keharusan bagi anak laki-laki untuk memberi bagian yang layak kepada anak perempuan sekaipun tidak setara dengan bagian anak laki-laki.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. Suriyaman Mustari Pide, Hukum Adat Dahulu, Kini, dan Akan Datang, Jakarta: Prenamedia, 2015.

Amir Syarifuddin, Pelaksanaan Hukum Kewarisan Islam dalam Lingkungan Adat Minangkabau, Jakarta: Gunung Agung, 1984.

Dewi Sulastri, Pengantar Hukum Adat, Bandung: Pustaka Setia, 2015.

Dominikus Rato, Hukum Perkawinan dan Waris Adat di Indonesia, Yogyakarta: Laksbang Pressindo, 2015.

Fatahuddin Aziz Siregar, Hukum Islam dalam Pergeseran Kewarisan Adat Batak di Tapanuli Selatan, (Pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang: Disertasi tidak diterbitkan, 2016.

Hazairin, Hendak Kemana Huium Islam, Jakarta: Tintamas,1960.

_______, Hukum Kewarisan Bilateral menurut Alqur`an dan Hadith, Jakarta: Tintamas, 1982.

Hilman Hadikusuma, Hukum Waris Adat, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2003.

HP Panggabean dan Richard Sinaga, Hukum Adat Dalihan Na Tolu tentang Hak Waris, Jakarta: Dian Utama, 2004.

M. Ali Boediarto, Hukum Waris: Kompilasi Abstrak Hukum Putusan Mahkamah Agung, Jakarta: Penerbit Universitas Trisakti, 2012.

Parsadaan Marga Harahap Dohot Anakboruna di Jakarta Sahumaliangna, Horja: Adat Istiadat Dalihan Na Tolu, Bandung: Grafitri, 1993

Published
2020-02-04
How to Cite
Fatahuddin Aziz Siregar. (2020). SISTEM KEWARISAN ADAT BATAK DI TAPANULI SELATAN. ADHKI: Journal of Islamic Family Law, 1(2), 111-124. https://doi.org/10.37876/adhki.v1i2.16