PENERBITAN KARTU NIKAH DI ERA DIGITAL PERSPEKTIF MASLAHAH

  • Zakiyatul Ulya UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Marriage card, digital era, maslahah

Abstract

Giving a marriage card together with marriage book for a married couple after the marriage contract is completed, as a consequence of the issuance of Peraturan Menteri Agama Nomor 19 Tahun 2018 tentang Pencatatan Perkawinan, has caused polemics among the public, especially regarding the urgency of issuing the card. In this case, some cicles consider that the issuance of marriage cards has a positive impact in facing demands in the digital era, especially in terms of efficiency, originality and data integration; on the contrary some other circles stated that the issuance of marriage card was not necessary given the existence of a marriage book so that it could potentially waste the budget, but this opinion was countered. If viewed from the aspect of its existence, the issuance of marriage cards includes maslahah mursalah because it is not all supported or rejected by the dalil syara’, but in line with syara law; in terms of the level of their needs, including maslahah hajiyah because it complements the existence of a marriage book so that it makes it easier to live life and eliminate the difficulties associated with hifdh al-nasl; in terms of its content, including maslahah ‘ammah because it relates to interests of the majority of Indonesian citezens; in terms of its content, including maslahah mah ammah because it relates to the interests of the majority of Indonesian citizens; and in terms of changes, including maslahah mutaghayirah because it allows for changes in human human needs related to proof of marital status in line with the changing era.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asmawi. “Konseptualisasi Teori Maslahah, dalam Salam: Jurnal Filsafat dan Budaya Hukum, 2014.

Cekaja.com. “Mengenal Kartu Nikah yang Dikeluarkan oleh Kemenag”, dalam https://www.cekaja.com/info/mengenal-kartu-nikah-yang-dikeluarkan-kemenag/, diakses pada 30 Juni 2019.

Convensianews. “Kemenag Bakal Terbitkatkan Kartu Nikah, Begini Penampakannya”, dalam https://covesia.com/news/baca/63643/kemenag-bakal-terbitkan-kartu-nikah-begini-penampakannya, diakses pada 29 Juni 2019.

Detiknews. “Begini Wujud Kartu Nikah Segera Gantikan Buku Nikah”, dalam https://news.detik.com/berita/4296724/begini-wujud-kartu-nikah-yang-segera-gantikan-buku-nikah, diakses pada 28 Juni 2019.

------. “Kemenag Uji Coba Simkah Web di 2.000 KUA”, dalam https://news.detik.com/berita/d-4303570/kemenag-uji-coba-simkah-web-di-2000-kua, diakses pada 30 Juni 2019.

Faktualnews.co. “Pro Kontra Penerbitan Kartu Nikah”, dalam https://faktualnews.co/2018/11/13/pro-kontra-penerbitan-kartu-nikah/107958/, diakses pada 28 Juni 2019.

Hadijah, Siti. “Kenali Apa Itu Kartu Nikah, Perbedaan dan Manfaatnya”, dalam https://www.cermati.com/artikel/kenali-apa-itu-kartu-nikah-perbedaan-dan-manfaatnya, diakses pada 28 Juni 2019.

Harian Nasional. “Penerbitan Kartu Nikah Bertahap”, dalam http://www.harnas.co/2018/11/12/penerbitan-kartu-nikah-bertahap, diakses pada 27 Juni 2019.

Hidayatullah.com. “Kemenag Jelaskan Fungsi Kartu Nikah”, dalam https://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2018/11/15/154872/kemenag-jelaskan-fungsi-kartu-nikah.html, diakses pada tanggal 29 Juni 2019.

Holilurrahman (Pembimbing Praktik Kepenghuluan di KUA Kecamatan Dukuhpakis). Wawancara. Surabaya, 27 Juni 2019.

Hukumonline.com, “Penerbitan Kartu Nikah Menuai Kritik”, dalam https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5bebf97509868/penerbitan-kartu-nikah-menuai-kritik/, diakses pada 29 Juni 2019.

Idntimes. “Polemik Kartu Nikah, Menteri Agama Lukman Hakim Kritik Balik KPK”, dalam https://www.idntimes.com/news/indonesia/helmi/polemik-kartu-nikah-menteri-agama-lukman-hakim-kritik-balik-kpk/full, diakses pada 30 Juni 2019.

K, Hamzah, “Urgensi Maslahah dalam Pembaharuan Hukum Islam di Era Global”, dalam Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, Vol. 8, No. 2, 2014.

Kontan.co.id. “Ini Deretan Keunggulan Aplikasi SIMKAH Web yang dirilis Kemenag”, dalam,https://nasional.kontan.co.id/news/ini-deretan-keunggulan-aplikasi-SIMKAH-web-yang-dirilis-kemnag diakses pada 30 Juni 2019.

------. “Menag: Kartu Nikah Bukan Penghapus Buku Nikah”, dalam https://nasional.kontan.co.id/news/menag-kartu-nikah-bukan-penghapus-buku-nikah, diakses pada 28 Juni 2019.

Kompas.com. “Kartu Nikah Diberikan Bersamaan dengan Buku Nikah, dalam ”https://nasional.kompas.com/read/2018/11/12/21492291/kartu-nikah-diberikan-bersamaan-dengan-buku-nikah, diakses pada 29 Juni 2019.

Liputan6. “(Cek Fakta) Kementerian Agama Buat Kartu Nikah dengan 4 Kolom Istri”, dalam https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/3695757/cek-fakta-kementerian-agama-buat-kartu-nikah-dengan-4-kolom-istri, diakses pada 29 Juni 2019.

------. “Ini 4 Kelebihan Kartu Nikah”, dalam https://www.liputan6.com/news/read/3691709/ini-4-kelebihan-kartu-nikah, diakses pada 28 Juni 2019.

Merdeka.com. “4 Kelebihan Kartu Nikah”, dalam https://www.merdeka.com/peristiwa/4-kelebihan-kartu-nikah/mudah-dibawa-kemanapun-dan-kapanpun.html, diakses pada 28 Juni 2019.

Pasaribu, Muksana. “Maslahat dan Perkembangannya sebagai Dasar Penetapan Hukum Islam”, dalam Jurnal Justitia, Vol. 1, No. 4, Desember, 2014.

Pegawai Kantor Urusan Agama Kecamatan Wonocolo. Wawancara. Surabaya, 29 Juni 2019.

Qusthoniah, “Al-Mashlahah dalam Pandangan Najmuddun al-Thufi”, dalam Jurnal Syar’ah, Vol. II, No. II, Oktober, 2013.

Republika.co.id. “Kartu Nikah, Disorot tapi Dinanti”, https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/12/31/pk799p384-kartu-nikah-disorot-tapi-dinanti, diakses pada 27 Juni 2019.

------. “Mengapa Buku Nikah Diganti Kartu”, dalam https://www.republika.co.id/berita/nasional/news-analysis/18/11/12/pi1gl3409-mengapa-buku-nikah-diganti-kartu, diakses pada 30 Juni 2019.

------. “Penjelasan Kemenag Soal Penerbitan Kartu Nikah”, dalam https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/11/12/pi1dgz313-penjelasan-kemenag-soal-penerbitan-kartu-nikah, diakses pada 26 Juni 2019.

Rusdi, Muhammad Ali. “Maslahat sebagai Metode Ijtihad dan Tujuan Utama Hukum Islam”, dalam Jurnal Syari’ah dan Hukum Diktum, Vol. 15, No. 2, Desember, 2017.

Syarifuddin, Amir. Hukum Perkawinan Islam di Indonesia; Antara Fiqh Munakahat dan Undang-undang Perkawinan. Jakarta: Kencana, 2009.

------. Ushul Fiqh. Jakarta: Kencana, 2011.

Tribunjakarta.com. “7 Hal tentang Kartu Nikah Diterbitkan secara Bertahap, Ini Kelebihannya”, dalam https://jakarta.tribunnews.com/2018/11/14/7-hal-tentang-kartu-nikah-diterbitkan-secara-bertahap-ini-kelebihannya?page=3, diakses pada 29 Juni 2019.

Tribunnews.com, “Mudahkan Pencatatan Nikah, Kemenag Luncurkan Aplikasi SIMKAH”, dalam http://www.tribunnews.com/nasional/2018/11/08/mudahkan-pencatatan-nikah-kemenag-luncurkan-aplikasi-simkah, diakses pada 30 Juni 2019.

Wikipedia: Ensiklopedi Bebas. “Revolusi Digital”, dalam https://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Digital, diakses pada 30 Juni 2019.

Zuhdi, Muhammad Harfin. “Formulasi Teori Maslahah dalam Paradigma Pemikiran Hukum Islam Kontemporer”, dalam Istinbat, Vol. 12, No. 1, Desember, 2013.

Kompilasi Hukum Islam.

Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Peraturan Menteri Nomor 11 Tahun 2007 jo Peraturan Menteri Agama Nomor 19 Tahun 2018 tentang Pencatatan Perkawinan.

Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Undang-undang Nomor 22 Tahun 1946 jo Undang-undang Nomor 32 Tahun 1954 tentang Pencatatan Nikah, Talak dan Rujuk.

Published
2019-11-21
How to Cite
Zakiyatul Ulya. (2019). PENERBITAN KARTU NIKAH DI ERA DIGITAL PERSPEKTIF MASLAHAH. ADHKI: Journal of Islamic Family Law, 1(1), 89-111. https://doi.org/10.37876/adhki.v1i1.5